Potensi, Media, dan Aset dalam Ekonomi dan Sosial harus bisa disinergikan

Roy Agus 
pak zaini: u/ mensikapi perkembangan mental bangsa yang bersifat merakyat memang kita perlu sosok yang pak zain sebutkan, namun adakalahnya sosok tersebut menjadi icon d kalangannya, namun sosok tersebut menjadi momok bagi para penguasa kecil maupun besar, dan tak menutup kemungkinan segala akses birokrasi d cut d tengah jalan, bahkan yang saya temui sosok tersebut kini lbih memilih u/ memupuk sektor ekonomi internal d antara keterpurukan ekonomi... maka dari itu saya teringat apa yang beliau sampaikan " gandeng dan cerdaskan karang tarunamu, maka kau akan memukan generasi yang kritis u/ perubahan daerahmu. " sebuah ide yang sederhana nan matang, namun sungguh berat.


Ahmad Zaini Alawi 
@Roy Agus : Sosok transformatif yang kritis dan berani tidak harus menabrak kenyataan yang ada. Potensi, media, dan aset yang ada baik dalam ekonomi dan sosial harus bisa disinergikan atau ditarik ke wilayah pemberdayaan. Kata kunci adalah keberpihakan yang nyata dalam konteks pembangunan. Pola pengembangan komunitas perlu juga diperhatikan, tidak hanya melalui karang taruna saja tapi juga lembaga-lembaga lain yang bisa dijadikan dinamisator terwujudnya program tersebut. Salah satunya adalah pendekatan pada komunitas ibu-ibu. Pengembangan komunitas ekonomi lokal selain memperkuat dengan support fiskal dan program juga menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak muda...
Akses birokrasi harus dibuka utk pemberdayaan, karena tanpa itu muncul ketidaktransparansian dalam mekanisme program, pendanaan dan fasilitasi. Program menciptakan 1000 entreprener atau wirausaha muda dan pemberdayaan UKM perlu dinyatakan, & tentunya perlu juga dio support oleh kebijakan politik...


Roy Agus 
pak zaini: sosok yang saya maksud memang seperti apa yang anda jabarkan,.... hehehe.... tp bisa d sayangkan usia bliau sekarang menjadi batasan u/ lincahnya bliau bersosialisasi... memang beliau tlh menciptakan pemuda" yang kritis & berani. kembali lg pak, u/ birokrasi yang bersifat kedaerahan terkadang kita sulit mencerna maksud dan tujuannya.... seandainya pemda menciptakan sebuah trobosan yang bertujuan u/ rakyat yang betul" simpel, dan masyarakat awam bisa mencernah dengan mudah mukin akan tercipta sebuah hubungan yang harmonis, dan d perlukan wadah khusus yang betul" bisa membina generasi mudah yang bisa membina d segala lini termasuk ekonomi muda, dalam artian generasi mudah d beri akses u/ menjadi pelaku ekonomi, terutama d gresik yg menjadi central industri d jatim.....


Ahmad Zaini Alawi 
@Roy Agus : Siapa pun sosok seperti tersebut langka mas, tapi pasti ada. Jiwa transformatif, populis dan karakter kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan untuk mendobrak kekakuan birokrasi. selama ini masyarakat hanya posisi "waiting" (menunggu), padahal sosok seperti itu harus ikhtiar dicari dan dimunculkan sebagai alternatif representasi publik.
Saya mendukung diwujudkannya suatu wadah untuk pemberdayaan usahawan kaum muda. Inipun harus didukung oleh internalisasi kewirausahaan di sekolah-sekolah, lembaga dan perguruan tinggi. Mentalitas sebagai "pekerja" harus dirubah dengan mentalitas sbg "kreator" penciptaan lapangan kerja. Sinergitas antara pemerintah, dewan, masyarakat dan perguruan tinggi harus diciptakan. Terobosan harus dilakukan agar tidak terjebak dalam kekakuan program. Terobosan bisa dilakukan oleh orang-orang yang kreatif-produktif yang tidak mau berada pada posisi zona nyaman, inovatif dan ada kesempatan. Pemberdayaan harus terpadu, mulai dari perubahan pola pikir, pelatihan kreatifitas, cipta-produk/jasa, manajerial-skill, pendampingan, akses permodalan hingga pemasaran. Pemberdayaan tidak bisa dilakukan setengah-setengah, harus terukur, terproses, terorganisasi, terpadu dan terprogram. Jangan sampai ketika terjadi booming usia muda pada tahun 2030-an, anak-anak muda kehilangan kesempatan dalam partisipasi perkembangan ekonomi. Ide-ide sampeyan seperti ini, harus ditindaklanjuti agar tidak menjadi kembang impian yang utopis di awang-awang...


Roy Agus 
hehehe..... insaallah pak zaini, semoga ada jalan u/ mewujudkan.... ya untuk sementara berkarya sedikit demi sedikit dulu pak zain, u/ kedepan semoga bisa....


Ahmad Zaini Alawi 
@Roy Agus : Melangkah kedepan harus optimis Mas Roy dengan niat yang kuat, karena niat adalah bagian dari misi aktifitas kita. Semoga langkah step by step terealisasi nyata dalam masa depan yang gemilang.


Ahmad Zaini Alawi 
Zaman sekarang ini, peran pemerintah daerah hanya sebagai fasilitator, regulator, motivator kehendak rakyat dalam penyediaan prasarana dan kebutuhan publik. Masyarakat harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan. Oleh karena itu, kegiatan perencanaan masyarakat harus dilibatkan secara aktif sesuai dengan kegiatan pembangunan yang cocok di wilayahnya. Inilah hakekat pembangunan partisipatif.
Yang sering dilupakan dalam pembangunan adalah penguatan institusi lokal, karena lembaga di tingkat lokallah yang mampu memecahkan permasalahannya, bukan negara atau pemerintah. Ini bisa memperkuat basis strategi pemberdayaan masyarakat.


Roy Agus 
Amiiiinn...... pak zain.... ya kapan" pak zain pengen lbh dekat u/ diskusi..... tak menutup kemungkinan klo ada kesempatan saya tak mampir k istana pak zaini... pada sesungguhnya banyak hal yg perlu kita kaji meski kita sendiri juga perlu d kaji....


Ahmad Zaini Alawi 
@Roy Agus : Monggo Mas... Kalo saya pas ada di rumah... Bebrapa teman-teman juga sering ke rumah untuk diskusi...


Roy Agus 
iya pak zaini.... pdahal saya sering lewat tapi mo mampir ngerogi......


Ahmad Zaini Alawi 
@Roy Agus : Kalo sampeyan pulang kerja sering lewat gang 12? Kenapa nggrogi Mas.. Ada-ada saja.. Hehehehe
0 komentar


YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -