Wawancara Kusir Dokaran tradisi Lebaran Gresik dan Penjual Legen dan Siwalan di Jalan Veteran Gresik

Mewancarai orang Gresik memang menyenangkan. Mereka sungguh senang bercerita, bahkan lebih dari yang kita butuhkan. Bu Maslahah yang sudah 22 tahun menjanda, banyak bercerita tentang anak gadisnya yang hingga kini belum bertemu jodoh. Juga tentang dirinya yang menjanda puluhan tahun, belum berani menerima beberapa lamaran karena ingin menjaga anaknya. Penulis hingga kesulitan mencari sela untuk menanyakan yang dibutuhkan, yakni mengenai siwalan dan legen yang sudah langka di Gresik. Sedangkan legen yang hari ini dijual adalah kiriman dari daerah lain.

Beberapa minggu lalu masih ada buah siwalan, tentu saja juga kiriman dari daerah lain. Hari ini hanya ada legen, selain produk makanan lain seperti kerupuk, otak-otak bandeng, madumongso, rengginang, entep, dan berbagai jajanan yang lain. Legen yang dibeli dari penjual yang dikirim langsung ke toko-toko yang ada di Jalan Veteran Gresik dari luar daerah ini, biasanya ditambahkan air isi ulang dan gula sebelum dikemas ulang dan dijual.

Cerita selengkapnya bisa kita baca di media cetak yang diterbitkan Suara Rakyar Gresik, insyaAllah.

Terima kasih Bu Maslahah, semoga pertemuan kita mendapat banyak maslahah.
Semoga anaknya yang cantik, yang sudah sarjana, yang pengusaha sukses dengan aset yang sudah berjalan dan penghasilan pasif yang cukup besar, mendapat jodoh seorang yang bisa mendampingi dunia hingga surga. Tentu banyak yang melirik muslimah berhijab ini, selain memiliki beberapa toko dan usaha yang terus berjalan dengan baik, yang tentu berarti penghasilan yang mapan, dia adalah wanita yang taat dan punya prinsip hidup yang teguh. Sungguh mengagumkan cerita Bu Maslahah. Penulis pun mendapat maslahah tambahan dari pertemuan ini, yakni tambah satu suplier untuk butik online yang penulis kelolah, karena Bu Maslahah juga memiliki usaha konveksi.

Di tempat lain saat mewancarai beberapa kusir dokar (atau delman), penulis juga mendapatkan banyak cerita. Lagi-lagi cerita yang lebih dari yang dibutuhkan untuk bahan berita. Cerita lebih lengkap bisa dibaca di media cetak yang diterbitkan Suara Rakyat Gresik nanti (insyaAllah). 

Ali Gufron yang baru satu tahun ini menjadi kusir dokar, bukanlah pemilik dokar dan kuda yang dikelolahnya. Memang beliau dan kebanyakan kusir dokar yang bukan milik sendiri, memelihara dokar dan kudanya masing-masing, membersihkan, mengganti spare part yang rusak, memberi makan kuda, dan lain-lain. Kebetulan Ali Gufron membawa dokar milik Haji Mujib yang memiliki 10 dokar yang masing-masing dibawah oleh kusir seperti Ali Gufron. Dalam percakapan di tempat Ali Gufron mangkal, yakni di kawasan alun-alun Gresik, penulis banyak mendapatkan cerita di luar urusan tradisi dokaran ini. Ya, memang menyenangkan bergaul dengan orang Gresik yang ramah dan suka bercerita.

Terima kasih Pak Ali Gufron, semoga hari ini mendapatkan banyak penumpang. Kalau sehari mendapat 300 ribu dan 100 ribunya untuk di setor ke juragan, tentu alhamdulillah. 
Menurut Ali Gufron tarif dokarnya untuk sekali jalan adalah 50 ribu hingga 60 ribu. Keliling naik dokar dari alun-alun Gresik, menyusuri jalan Pahlawan, jalan Panglima Sudirman hingga di depan Wisma Ahmad Yani jalan Veteran, lalu balik lagi ke alun-alun, sungguh menyenangkan. Bersama rombongan hingga 6 atau 7 orang, bisa bersantai menikmati suasana kota Gresik. 

Di tempat lain, Wafi, kusir dokar yang masih 16 tahun, sekolah di salah satu STM di Gresik, membawa dokar kakeknya yang seorang kusir juga, bisa memperoleh 6 atau 8 rit per hari. Satu kali rit dengan tarif 75 ribu atau 80 ribu. Alhamdulillah. 
Wafi sudah dua lebaran ini menjadi kusir di sekitar alun-alun. Di luar hari lebaran, seperti kebanyakan kusir dokar yang lain, mangkalnya di terminal makam Sunan Giri.

Sukses ya Wafi, masih muda sudah mendapatkan penghasilan yang lumayan. Semoga selalu ramai ya.

Yuk teman-teman ... naik delman
istimewa ku duduk dimuka
di samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendali kuda supaya baik jalannya
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
suara sepatu kuda


Cemot Kpk Hidayat 
Wah mas afandi top markotop dapat narasumber janda kembang bisa semangat dong nulisnya Hëhëhëhë


Afandi Kusuma 
dua anaknya masih perawan om Cemot, cantik-cantik lagi.


Cemot Kpk Hidayat 
Hemm mantab untung saja aq wes tuwek mas hehehe


Historiyono Kusdaryanto
simpan buat stok aja mas Afandi Kusuma


Afandi Kusuma 
apanya yang buat stok om Historiyono ?
ceritanya atau yang perawan itu ?
atau yang janda ?


Historiyono Kusdaryanto 
yang pertanyaan tengah dong....he he


Ayuna Fitria Fadjrin 
Pak Kusir yang sedang bekerja... moga2 hari ini dapat banyak rezeki... Amin...


Historiyono Kusdaryanto 
kudanya jangan lupa kasih makan


Afandi Kusuma 
Mbak Ay, motretnya kok pas gaya ndegeg gitu ambilnya ?


Cemot Kpk Hidayat 
Kusire ngeweh paling ngileran yo podo jarane Нªª˘°˘нªª=D  =)) o◦°˚ ˚°◦o=D  =)) o◦°=D˘˘=нªª˘°˘нªª˘°˘нªª˘°


Afandi Kusuma
iku gak ngewe, tapi pas ngomong di potret.


Edy Prianto 
Style tulisan mantap ... SUKSES Mas Afandi Kusuma dan liputan yang lain segera menyusul ...


Mamak Rusmana 
Gresikana baneud daagh,, sukses tuk liputan dan tuturan yg mengalir niy masbro..
0 komentar


YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -