Menjadi Caleg harus punya banyak Uang ?

Historiyono Kusdaryanto
GAK PUNYA DUIT YO JANGAN NYALON

Pernyataan itu saya dengar jelas disuatu perdebatan internal suatu partai (Nama partai RHS) dan pernyataan itu diperuntukkan temannya sendiri yang tidak setuju dengan program bagi-bagi duit, yang kebetulan memang tidak se-kaya dia. Kenapa saya tergerak menulis ini. Jujur…. saya sangat prihatin jika hanya orang-orang yang punya duit yang akan maju jadi kontestan di Pemilihan Legislatif April tahun depan. Rekam jejak membuktikan banyak caleg yang jadi dengan cara bagi-bagi duit ujung-ujungnya tidak baik.

Bahasan saya ini diluar orang-orang yang mencalegkan diri karena bondo nekat, gak punya duit, gak punya kemampuan, gak punya pekerjaan tapi punya kesempatan.

Bagaimana dengan caleg yang punya kemampuan tapi gak punya duit . Banyak sebenarnya, tapi rata-rata rontok, tidak jadi. Jika dia tipikal orang-orang idealis dan gagal itu sangat disayangkan, karena orang seperti inilah yang seharusnya menjadi wakil-wakil kita yang duduk di DPR/DPRD. Orang-orang idealis memang sebagian besar tidak berhasil secara ekonomi, karena dalam keseharian mereka tidak mutlak memikirkan perutnya sendiri tapi sering memikirkan orang di sekitarnya. Rasa sosialnya teramat tinggi.
Kita semua pasti sependapat bahwa kita butuh perubahan yang positif terhadap wakil-wakil kita yang duduk di kursi DPRD Gresik kelak. Dan orang-orang idealis yang punya kekuatan menyuarakan suara rakyat itulah yang akan menjadi wakil-wakil kita. Dukung orang-orang ini walau dia tidak punya kekuatan materi, tapi dia punya kekuatan mengontrol jalannya pemerintahan.

Siapakah mereka-mereka itu?
Saat ini memang belum tampil, karena mereka belum punya kemampuan untuk tampil. Yang tampil saat ini hanya orang-orang yang punya kemampuan finansial untuk tampil. Bukannya saya dengki dengan caleg-caleg yg sekarang sudah tebar-tebar pesona, tebar-tebar baleho, tebar-tebar banner, apalagi juga ditebari janji-janji. Itu sudah melanggar aturan. Apakah orang seperti ini yang kelak jadi wakil kita?
Jika mereka tampil, saya yakin kita semua tau rekam jejaknya, Jika memang bagus kita nggak segan-segan mendukung sepenuh hati walau tanpa embel-embel materi. Karena orang idealis seperti inilah yang dibutuhkan negeri ini.




Hrh Yanti 
mantap uraiane pak His.."saya titip SMS aj deh, isinya : belum terpilih jadi pemimpin/partai/caleg ato apalah yg berduit2, yg berbaleho-baleho, bs berCarmuk2, dan yg bisa sumbar dana gede(gk tau dana dr mana??) itu saja udah bangga Berlomba2 berkorupsi ria.lha gmana klw kepilih jadi penguasa nantinya??


Hrh Yanti 
"ODD aj lah...sing penting makmur gk korupsi nemen2, korupsi Ilmu nang negoro liane ae loh iku luih becik..misal: ilmu negara berdevisa tinggi, ilmu pangan rakyat kembali gemah ripah loh jinawi, ilmu kepinteran berHitech tinggi buat bangsa dewe..hehhee


Bunda Rafi 
Ï Ɣªªª ,,,,,, inilah budaya masyarakat kita yg sdg berkembang. Memang materi jd andalan utama dlm sukses bergaul. Dlm cnth kecil misal, maraknya grup bergaul yg penuh agenda traktir mentraktir shg bagi individu yg tak cukup kemampuan finansial mundur dr pergaulan heheheee......
Begitu pula dg pencalonan dewan, politik bagi2 duit sdh menjadi acuan penilaian bahwa yg bersangkutan orang baik yg sosialny tinggi krn loman. Tukang sogok dan Loman ternyata beda2 tipis hhhhhhhh
* Prihatin.Com#


Hrh Yanti
 beda tipis " seperti tanda = "


Heru Gunarso 
Itullah demokrasi. Penguasa = Pengusaha


Heru Gunarso 
Yg pengusaha pingin jadi penguasa, yg penguasa kebanyakan (pingin) jadi pengusaha.


Nununk Chayank Abi 
Y itulah caleg d indonesia pak....istilahe wong iku kyk wong bowo manten....lek bowohe akeh sesuk bakal ngepruk duite kl jd caleg....wis lali ama visi misi asale...makae caleg saiq akeh NGGEDBRUSE....kl dpt kursi ywda perute dw ama keluargae yg d perhtikn lha perute yg lain????EGP jare CALEG e.....ajuuurr...ajuurr..


Muhammad Samsul 
Inilah cermin perpolitikan kebanyakan masyarakat kita. Kebanyakan mereka pilih yg bisa kasih uang saat kampanye, padahal itu akan meracuni dan merampok hak pemilih sendiri jika orang tersebut jadi. seharusnya kita pilih mereka yg punya kemampuan memimpin/mewakili umat yg tidak berdasarkan harta / kekayaannya. kalau CALEG yg jadi karena modal harta tanpa dibekali kemampuan dan landasan hati yg bersih, kelak akan menjadi perampok berdasi. melalui rubrik ini kita bantu kampanyekan pada masyarakat orang yg berkemampuan tapi kurang bondo. dan jangan takut memposting profilnya walau tanpa imbalan. tujuan grup ini adalah ikut membantu lahirnya legislatif yang loyal, jujur, amanah, dan fathona dalam menjalankan tugasnya.


Hrh Yanti 
mantap pak muhammad samsul...


Edy Prianto 
Semoga bila waktunya sudah pas ada yang layak dipilih ... bila melihat rekam jejaknya ... seperti uraian P. Historiyono Kusdaryanto


Edy Prianto 
Boss ijin share ya ...


Abdullah Makky 
yg seperti itu "USUM-USUMAN" bos,... saat ini usum-usuman tsb sudah mulai luntur bergeser dg bukti kinerja... dan bukan tidak mungkin suatu saat gaya mengandalkan finansial malah ga usum sama sekali


Mas Hartoko 
Politik transaksional mmg sebuah keniscayaan saat ini. Rakyat pemilih yg dlm bbrp dekade cenderung jadi sapi perah dan terus dibujuki melakukan aksi balas dendam dg menjadikan calon legislator (bkn legislatif yo) sbg sasaran tembak utk mengucurkan dananya utk "membeli" suara mrk. Bhw kemudian kelak para legiltator melakukan tindak korupsi baik terang2an maupun terselubung, itu upaya utk mengembalikan modal yg sdh mrk tebarkan ke calon pemilih. Sedemikian parahkah penyakit bangsaku?


Afandi Kusuma 
saya coba cari-cari apa itu partai yang disingkat RHS... (Nama partai RHS)
kok ga ketemu ya...
hehehehehe


Afandi Kusuma 
sistem yang mahal, menjadikan orang yang berduit atau paling tidak yang disponsori oleh orang berduit, dialah yang bisa tampil,


Historiyono Kusdaryanto 
Mas Hartoko@kalau sudah begini mau jadi apa bangsa ini


Historiyono Kusdaryanto 
Afandi Kusuma@memang sengaja tidak harus diketemukan


Edy Prianto 
Bisa juga ini fernomena di partai secara umum ... ada perbedaan Caleg berduit dengan Caleg modal dengkul ... tentu cara pandang menjaring konstituen akan berbeda ... disatu sisi akan mengandalkan finansial untuk menutup kekurangannya sedangkan yang lain mengandalkan silaturahim dan door to door untuk memaparkan kenyataan dan ketidakmampuan keuangannya


Hrh Yanti 
heheheee ...@_@'


Afandi Kusuma 
yang punya duit dan yang duitnya pas-pasan, sama-sama punya waktu yang sama


Afandi Kusuma 
"GAK PUNYA DUIT YO JANGAN NYALON"
ya, bener, yang ga punya duit, buka SALON saja.
0 komentar


YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -