Penataan Pantai Gresik -Kurang Serius

Muhammad Samsul
KAWASAN PENATAAN PANTAI GRESIK

Proyek Penataan kawasan Pantai atau yang lebih keren orang pejabat PEMKAB Gresik menyebut Proyek Wisata Bahari Gresik. Megah proyek yang mengupayakan penataan wilayah pantai 3 kelurahan agar tidak terlihat kumuh dan bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai wahana rekreasi di sela sela rutinitas. Proyek yang disosialisasikan sejak hari selasa, 28 November 2006 oleh mantan bupati Gresik KH. Robach Maksum , kini kondisinya sungguh memprihatinkan.

Permasalahan Proyek ini tidak hanya sekarang. Tapi sejak sosialisasi sudah menuai
banyak protes dari tokoh nelayan, tokoh masyarakat juga tokoh agamis. Bahkan ketidaksetujuan masyarakat dengan adanya proyek ini diwujudkan dengan tidak menghadiri rapat sosialisasi oleh bapak Bupati bersama timpro bertempat di balai pertemuan nelayan Kelurahan Lumpur.

Masih teringat dalam rekaman otakku pidato sambutan KH. Robach Maksum dalam sosialisasi pada hari Selasa, 3 April 2007, “Gagasan awal terciptanya proyek Penataan Pantai ide dari pak Bupati, bertujuan semata mata untuk menciptakang suana tentram, bersih, rapi dalam usaha mempertahankan Adipura dan meraih Adipura Kencana. Serta menciptakan lapangan kerja dan peningkatan perekonomian masyarakat pesisir khususnya.

Dari sekian banyak rencana manfaat proyek ini ternyata semua melenceng dari kenyataan. Proyek yang menelan biaya miliaran Rupiah itu sekarang terkesan tidak terurus dan tidak terawat. Hal ini karena tidak ada tindak lanjut oleh Pemerintah yang sekarang berkuasa. Mungkin karena proyek ini bukan program dari pemerintahan yang sekarang sehingga tidak begitu memperhatikan apa yang telah dirintis pemerintah sebelumnya.

Banyak sarana di kawasan ini yang rusak bahkan tidak bisa dimanfaatkan masyarakat. Kawasan yang semula digadang bisa menjadi tempat rekreasi kini sudah tidak lagi. Bahkan salah satu gedung yg semula diperuntukan sebagai kantoran kondisina sungguh memperihatinkan. Hampir semua bagian nya sudah hilang. Mulai pintu rolling door, jendela, bahkan sarana toilet sudah rusak, yang tersisa hanya fisik gedungnya saja. Karena tidak ada perhatian pejabat terkait juga pengwasan pejabat kelurahan yg tidk peduli gedung ini dimanfaatkan warga sebagai gudang.

Hamparan rumput yang semula terawat, kini ganti rumput liar dan ilalang, semak berduri hampir memenuhi kawasan ini. Zona bermain dan olah raga kini berubah fungsi sebagai lahan penjemuran ikan. Bahkan sampai di pinggir sepanjang jalan raya banyak ditemui tumpukan penampan jemuran ikan (jerebeng) . Sepertinya masyarakat sudah mengapling lahan kosong tersebut sebagai upaya mendukung peningkatan perekonomiannya. Jadiokoh setidak tidaknya harapan Bupati KH. Robach Maksum dan PEMKAB Gresik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sudah tercapai, tapi sektornya saja yang berbeda, ha ha ha.

Kekhawatiran tokoh Agamis dengan proyek ini bukannya tidak beralasan, Mereka takut kawasan ini nantinya akan seperti pantai Kenjeran Surabaya. Cepat atau lambat kekhawatiran mereka tentu akan terbukti, sekarang sudah mulai berdiri warung di lokasi tersebut. Tak jarang gadis gadis belia juga ikutan nongkrong di lokasi tersebut. Dan inilah yang akan meracuni anak anak muda lebih lebih anak anak kita sendiri.

Semoga tulisan ini bisa menggugah hati pejabat terkait, agar bisa mengembalikan lagi fungsi kawasan tersebut sebagaimana mestinya dan masyarakat juga ikut menikmati hasil pembangunan yang berasal dari pajak yang mereka bayarkan pada pemerintah. ( BY. Muhammad Samsul , SRG)




Mu'alim 
pemkab Gresik nggak serius .. !!!


Muhammad Samsul
KOyok'e ngonoh cak Mu'alim. dipikir bukan proyeknya sendiri, jadi yah begitulah.


Cemot Kpk Hidayat
Nek gk serius ayok di urus cak


Muhammad Samsul
Aku luwih sueneng ngurus nang pemerintahane timbang ngurus ning masyarakate, cak. nek urusane karo masyarakat iso iso tawuran akhire.


Cemot Kpk Hidayat 
Yang tk maksud pemerintahannya cak Hëhëhëhë


Muhammad Samsul 
ayo bareng bareng diobrak cak.


Historiyono Kusdaryanto 
suatu bentuk arogansi pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan yg tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. Akibatnya tidak mendapatkan dukungaan masyarakat
setempat. Sangat disayangkan padahal proyek ini menelan biaya yg tidak sedikit. Ini pelajaran bagi pemerintah yang berkuasa saat ini. Sebagus apapun program pembangunan jika tidak mrndengar aspirasi masyarakat akhirnya tiada guna


Edy Prianto 
Potret nyata dari ambisi penguasa ...
Beda bendera penguasa beda pula sasaran pembangunannya ..
Uang rakyat sudah diinvestasikan ... rakyat pula yang menuai kekecewaan ...

Kenapa tiada suara lantang wakil rakyat mempertanyakan ... ?
Bila hanya samikna wa athokna dengan pemerintah ... maka nilai keterwakilannya akan NIHIL buat apa tetap bertahan bila ada akan sama dengan tidak adanya ...

Saatnya kita masyarakat peduli dengan bangunan, gedung yang sudah dibangun dengan uang rakyat namun kenyataannya tidak difungsikan sebagaimana mestinya ...


Edy Prianto 
Pak Muhammad Samsul NICE REPORT jempol papat ... tambah siiplah ...


Muhammad Samsul 
Mas History, saya pernah katakan,"jangan kau bangun sesuai kemauanmu, tapi apa yang dikehendaki rakyat, itulah yang harus dibangun".


Muhammad Samsul 
Mas Edy kalau pemimpin yang baik, jangan pandang karya siapa ini?, jika perlu lanjutkan yang kurang sempurna. jangan cuma CAPROB.


1 komentar


  1. bisa saya minta alamaat lengkap lokasi mangkrak tersebut
    saya ingin meninjau lokasi tersebut secra langsung untuk pemberdayaan yg lebih brmanfaat bagi warga gresik.
    dan wisata domestik juga.
    mohon sgera direspon.

    BalasHapus

YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -