Tikus besar di Kirab Budaya Gresik

Bagus Cahyono 
TIKUS DI  JALAN RAYA

Kehadiran Tikus besar ini begitu menarik perhatian masyarakat yang menonton pawai Kirab Budaya di sepanjang jalan, sore tadi (Jum’at, 13/09/13). Aneka ekspresi yang terbias di wajah-wajah sore itu. Ada yang kagum, ngeri bahkan jijik. Namun hal itu tidak berlarut-larut karena di depan tikus raksasa itu paras-paras ayu nan ceria melambai penonton seolah ingin mencuci pandangan.
Dengan ditimpa alunan lagu kocak tentang perilaku tikus, mengumandang jelas dari sound system tentang ajakan untuk hidup bersih dan himbauan untuk tidak membuang bangkai di jalan raya.

Pemilihan hewan pengerat paling top yang bernama Tikus sebagai dekorasi mobil hias ini sangat mengena walaupun hidupnya justru kebalikan dengan thema Hidup Bersih yang diusung SMAN 1 Manyar pada masa sekarang ini.

Betapa tidak, fenomena yang ada di kota berkali-kali meraih Piala Adipura Kencana ini ternyata masih banyak di antara penghuninya yang acuh tak peduli pada kebersihan lingkungannya. Yang sangat menyedihkan, masih sering kita dapati anggota masyarakat yang dengan sengaja membuang bangkai tikus secara sembarangan. Membuang bangkai di kali atau selokan saja sudah salah, mereka justru membuang bangkai di jalan raya. Perilaku ini tentu sangat merugikan di segi kesehatan maupun kebersihan/keindahan, bahkan mengganggu kenyamanan pemakai jalan. 

Di segi kesehatan perilaku ini membahayakan karena virus-virus yang dibawa hewan ini semakin luas penyebarannya karena terbawa oleh kendaraan bermotor yang menggilasnya.
Bukan tidak mungkin terjadi kecelakaan akibat bangkai tikus, hanya karena pengendara yang “Jijikan” tiba-tiba melihat dan panik kemudian banting stir karena motornya akan menggilas bangkai yang baru setengah hancur.

Semoga saja para penonton pawai di sepanjang rute Kirab Budaya Gresik menangkap pesan sederhana yang sangat berarti ini. 
Dan pihak-pihak berwenang segera berinisitif untuk mengambil langkah guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan menjauhi perilaku-perilaku jorok seperti di atas.


Idham Kholik Advokat 
tikus berdasi , itu tikus dari almamater ku mas


Safee Safe'e
banyak tikus berdasi masuk kantor


Cemot Kpk Hidayat
tikus got ini pak hehee


Bagus Cahyono 
> Cak Idham : Hahaha.... Tapi almamater pean gak ada tikusnya kan?
> Cak Safee : Termasuk kantor BUMN, BUMD, Prushaan Swata... Hehehehe
> Cak Cemot : hehehehe...Gak mungkin, Cak. Gak cukup. Kalo tikus kali, masuk...


Edy Prianto 
Cak Bagus Cahyono akhirnya ...
Terima kasih banyak atas postingannya ... SUER NICE POSTING ...
Ditunggu lanjutannya ... bila perlu foto tikus KANTOR hehehe ...


Cemot Kpk Hidayat 
iso bae wong2 iki mosok tikus sekolahe nang SMA negeri manyar


Budi Purnomo 
SAYA SUKA DASINYA...KOK WAJA TIKUSNYA KAYAK DI TV TV BARU BARU INI....


M Zach
Pawai Budaya yang diadakan PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 68 di ikuti 95 peserta berjalan cukup meriah. Rute yang akan dilalui sepanjang kurang lebih 5 KM itu dimulai dari start halaman pemda Jl. Dr. Wahidin menuju Jl. Dr Sutomo, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Jl. Pahlawan dan finish di alun-alun kota gresik. Menurut DR. H. SAMBARI HALIM RADIANTO Ir. ST. MSI (bupati Gresik) dalam sambutan pemberangkatan peserta mengatakan bahwa Pawai Budaya yang diadakan secara rutin tiap tahun ini disamping untuk memperingati HUT KEMERDEKAAN RI juga untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya warisan leluhur warga Gresik. Pawai itu sendiri menyediakan hadiah utama 1 ekor sapi dan 10 hadiah nominasi masing-masing uang sebesar Rp. 1.000.000. Foto dibawah
DR. H. SAMBARI HALIM RADIANTO Ir. ST MSi (bupati Gresik) dan Drs. H. MOHAMMAD QOSIM MSi (wakil bupati) sedang memberangkatkan peserta pawai dari halaman PEMDA GRESIK. Baca laporan lengkapnya di TABLOID SUARA RAKYAT GRESIK edisi berikutnya ....

Cemot Kpk Hidayat
Seluruh masyarakat gresik hari ini dapat tontonan gratis disepanjang jalan. Pawai budaya yang diselenggarakan pemda gresik dalam memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia yg ke 68.Tampak didalam foto muda mudi peserta pawai dgn tdk meninggalkan ciri khas kota santri mereka tetep memakai kerudung walaupun disiang bolong..

0 komentar


YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -