Gresik kota Warung Kopi

Udin Sedunia
" Gresik kota 1001 kopi "
Pagi
Siang
Sore
Malam
Ngopi trus !
Kira kira historynya gmn ya ! Kok bisa muncul budaya ngopi ?
Sedangkan yang kutahu sejarah pasti punya basic material yg membentuk sejarah !
Met ngopi dulur
Sambil udud samliok , muantab

Luthfi Arsyadi 
karna dari dulu gresik kota niaga, kota home industri(besali) jd sgt gemar ngopi untk menjalin relasi dan mitra dagang.. selain untk menjaga stamina. met ngopi met pagi.

Edy Prianto 
Warkop bila diibaratkan sebuah etalase hanya sepersekian yang dipajang namun disitu hampir bisa mengkover kebutuhan manusia.
Tempat pelepas lapar dan dahaga. (utamanya)
Tempat informasi : ada koran, radio, VCD Player, fasilitas WIFI dll.
Tempat rekreasi : ada permainan catur, kartu.
Tempat bertemu relasi bisnis.
Tempat interaksi rakyat dan pejabat (ada warkop yang pelanggannya mulai dari tukang becak sampai sang pemilik becak. Dari siswa sampai Dosen. Dari warga biasa sampai pejabat pemerintahan sipil dan militer termasuk anggota Dewan)
Tempat bersosialisasi (karena kebanyakan pelanggan setia sudah saling kenal dan bersalaman ke sesama pengunjang menjadi salahsatu kebiasaannya).
Dan mungkin menjadi sarana2 lain sesuai perkembangan jaman dan tetap bernilai positif ...

Irfan Syahrir Zain 
ini cerita sebenarnya mengapa gresik yang dulu dikenal sebagai kota santri sekarang malah terkenal sebagai kota dengan budaya cangkru'an dan budaya ngopi....pada awalnya memang gresik dikenal sebagai kota santri karna peran para wali dan sunan(maulana malik ibrahim,giri serta murid2 beliau)dalam menyebarkan agama islam sampai akhirnya saat gresik mulai dijadikan kota industri yang tentu saja dalam sebuah industri apapun diperlukan tenaga kerja...dari sini kemudian gresik dikenal sebagai kota industri, so... secara otomatis menarik minat para pemburu rupiah dari kota bahkan dari daerah tetangga misalya; tuban,lamongan,bahkan hampir perwakilan seluruh pulau indonesia berangkat ke gresik buat cari rupiah dengan cara menjual tenaga mereka sebagai pegawai perindustrian....nah peluang inilah yang dilihat oleh kebanyakan orang Lamongan ataupun madura untuk mendirikan warung makan,serta untuk menjadikan para pelanggan betah berlama-lama diwarung dibuat pula tuh yang namanya cangkruk ataupun lesehan.sedangkan untuk orang gresik sendiri lebih memilih kerja disawah,tambak,ataupun berternak,adapula yang memanfaatkan tanahnya yang berdekatan dengan pabrik dibuat untuk kos2an.jadi ngak heran klo tradisi ngopi dan cangkru'an menjadi cetar membahana sebagai label nama kota gresik tercinta ini.klo ngak percaya tanya aja darimana asal orang yang buka warung kopi,tapi tentunya sampean juga harus ngopi dulu yach...klo ngak bisa2 sampean disebut perwakilan sensus perwarungan....dan taaaaraaaa.....paling dia jawab dengan kedipan mata penuh tanya dan berkata saya dari lamongan mas.....tros ngomong mau pesen apa mas....ha-ha-hay...

Bagus Cahyono 
Bicara riwayat kota Warung Kopi, aku punya versi beda

Sebagaimana kita fahami kota Gresik berkembang dari pesisir hingga seputar alon-alon. Mata pencaharian warga saat itu sebagian besar adalah pedagang dan pengrajin. Nah, berawal dari profesi pengrajin inilah sebenarnya budaya warung kopi ini tumbuh dan berkembang, termasuk Ongkek/Cangkruk. Mengapa demikian ?

Dalam aktifitasnya sehari-hari para pengrajin kala itu bekerja sendiri atau berkelompok di “besali” (ruang khusus untuk bekerja). Mereka biasa bekerja keras tanpa ketentuan siang atau malam. Bahkan tidak jarang bekerja dari pagi hingga paginya lagi. Yang penting hanyalah pesanan barang kerajinan yang diantaranya berupa tas, songkok, kotak kemasan songkok dll itu selesai pada waktunya sesuai kehendak pemesan. Waktu istirahat mereka sendiri yang menentukan.
Akibat bekerja keras dalam ruang tertutup selama sekian waktu tentu menimbulkan rasa lelah dan kejenuhan, maka dibutuhkan penyegaran lebih dari sekedar tidur. Keluar dan berkumpullah dengan sesama pengrajin dilingkungannya yang kebetulan beristirahat juga. Segelas kopi menemani mereka beristirahat sambil berinteraksi sosial.

Karena jam istrahat mereka yang sewaktu-waktu, maka warung kopipun dibutuhkan sepanjang waktu. Jadi wajar bila waktu itu sudah ada warung kopi yang buka semalam suntuk.
Dan di warung kopi ini pula mereka bisa harap berjumpa dengan pemesan barang yang mereka kerjakan untuk pesanan berikutnya.
Bagi pengrajin yang belum punya order juga bisa berharap mendapatkannya di tempat itu. Demikian juga para pedagang bahan baku kerajinan, mereka mudah mendapat pesanan dengan ngopi bareng dengan para pengrajin. Sungguh keberadaan Warung Kopi sudah menjadi kebutuhan yang sangat bagi warga Gresik sejak kala itu.

Jadi budaya Ngopi dan Warung Kopinya, di Gresik sudah tumbuh jauh sebelum Gresik dirambah Industri. Dan inipun menunjukkan bahwa Wong Gresik adalah pekerja keras.

Historiyono Kusdaryanto 
Bekerja dari pagi sampai pagi, ngantok diganjal dgn kopi. Di warkop ketemu teman jadinya ngobrol dulu. Juga ketemu rekanan akhirnya terjadi transaksi. Selanjutnya........ karena gak punya kantor, dirumah gak ada yang nyiapkan kopi mending di warung kopi. PRAKTIS itu akhirnya jadi kebiasaan dan selanjutnya disebut budaya. Bahkan sebagian caleg memanfaatkan warkop sebagai arena kampanye yang efektif walau cuma ngobrol ringan. Nggak perlu di cafe, bagi wong Gresik cukup warkop. Siiiipppp
1 komentar


  1. Tolong buat Bapak aparat Pemerintah dan Kepolisian Gresik untuk menindak lanjuti warung kopi yg terdapat menjual perjudian yg terselubung berkedok adu nasib atau kolas, krn akn merusk moral generasi, bgaimna mngkin Gresik yg Berhias Iman terdpt perjudian terselubung? sedangkn bir saja dilarang..

    BalasHapus

YANG TERKAIT

Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh : Afandi, Blogger, Tenda OK, GMP, Mode Ok-Rek, OmaSae, BerKADO, - Kurir SG -